Pages

Labels

Jumat, 02 November 2012

ASCARIS LUMBRICOIDES


Pengertian Ascaris lumbricoides
      Ascaris lumbricoides adalah cacing gelang raksasa manusia, termasuk dalam filum Nematoda. Sebuah nematoda ascarid, ia bertanggung jawab untuk ascariasis penyakit pada manusia, dan merupakan cacing parasit terbesar dan paling umum pada manusia. Seperempat dari populasi manusia diperkirakan terinfeksi oleh parasit ini. Ascariasis adalah lazim di seluruh dunia dan lebih-lebih di negara-negara tropis dan subtropis..
Hal ini dapat mencapai panjang hingga 35 cm.
Siklus Hidup
      Ascaris lumbricoides, atau "cacing gelang", infeksi pada manusia terjadi ketika telur cacing tertelan melepaskan larva cacing yang menembus dinding duodenum dan memasuki aliran darah. Dari sini, hal itu dilakukan ke hati dan jantung, dan memasuki sirkulasi paru-paru untuk membebaskan diri dalam alveoli, di mana ia tumbuh dan molts. Dalam 3 minggu, larva lulus dari sistem pernapasan yang akan batuk, menelan, dan dengan demikian kembali ke usus kecil, dimana jatuh tempo untuk cacing jantan dan betina dewasa. Pemupukan sekarang dapat terjadi dan betina menghasilkan sebanyak 200.000 butir per hari selama setahun. Telur-telur dibuahi menjadi menular setelah 2 minggu di dalam tanah, mereka dapat bertahan dalam tanah selama 10 tahun atau lebih
Ascariasis_LifeCycle_-_CDC_Division_of_Parasitic_Diseases.gif
ASCARIASIS
      Askariasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh Nemathelminthes Ascaris lumbricoides. Askariasis adalah penyakit kedua terbesar yang disebabkan oleh makhluk parasit.
Etiologi Ascariasis
      Penyebab: Ascaris lumbricoides
      ♀ panjang 20 cm – 35 cm
      ♂ panjang 3 mm – 6 mm
      ♀ bertelur ± 200.000 butir/ hari
      Telur ini keluar dari tubuh manusia melalui faeces, ukuran telur : 35 μ - 50μ
      Ascaris lumbricoides tersebar luas di daerah tropis
      Infeksi ascaris pada anak < 10 tahun = 60% - 100%
Cara Infeksi
      Telur ascaris yang infektif tertelan manusia dan mencapai duodenum, di sini telur menjadi larva
      Larva ini menembus dinding usus, melalui saluran limfe bermigrasi ke hepar dan paru
      Banyaknya larva di paru-paru menimbulkan gejala Loefller Syndrome/ Atypical Pneumonia
      Larva mencapai epiglottis dan kembali ke usus kecil. Di sini tumbuh menjadi cacing dewasa, cacing betina bertelur lagi
      Perjalanan cacing hingga menjadi dewasa ± 3 bulan

Gejala Klinik
      Biasanya tanpa gejala.
      Enek, muntah, sakit perut, tidak ada nafsu makan, kurus, sukar tidur, cengeng, sedikit panas, kolik.
      Massa dari cacing dapat menyebabkan obstruksi usus.
      Dapat juga menyebabkan perforasi usus, intususepsi, paralitic ileus.
250px-Ascaris_lumbricoides.jpegDiagnosis
      Ditemukan telur ascaris dalam faeces
      Keluar cacing ascaris bersama faeces/ muntah
ascaris.jpgTherapy
      Pyrantel,
      levamisol,
      mebendazol,
      ascariasis-pictures-5.jpgAlbendazol
      pirantel pamoat,
      aspirin,
      paracetamol,
      decolgen.
tumblr_lpdwb9pRz31qk8piw.jpg 

0 komentar:

Poskan Komentar