Pages

Labels

Selasa, 22 Mei 2012

PROSEDUR PEMBERIAN OBAT MELALUI SUNTIK INTRAVENA (IV)

A. PERSIAPAN ALAT
  1. Spuit dan jarum steril
  2. Obat yang diperlukan ( vial atau ampul )
  3. Bak spuit steril
  4. Kapas alkohol 
  5. Kassa steril untuk membuka ampul ( bila perlu )
  6. Karet pembendung atau tourniquet
  7. Gergaji ampul ( bila perlu )
  8. 2 bengkok ( satu berisi cairan desinfektan )
  9. Pengalas ( bila perlu )
  10. Sarung tangan steril
  11. Daftar / formulir pengobatan 
B. CARA KERJA

  1. Cek instruksi / order pengobatan
  2. Perawat mencuci tangan
  3. Siapkan obat, masukkan obat dari vial atau ampul dengan cara yang benar
  4. Identifikasi klien (mengecek nama)
  5. Beritahu klien / keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan serta tujuannya
  6. Bantu klien untuk posisi yang nyaman dan rileks / berbaring dengan tangan dalam keadaan lurus
  7. Membebaskan area yang akan disuntik dari pakaian
  8. Pilih area penyuntikan yang tepat (bebas dari edema, massa, nyeri tekan, jaringan parut, kemerahan / inflamasi, gatal)
  9. Tentukan dan cari vena yang akan di tusuk (vena basilika dan sefalika)
  10. Memakai sarung tangan 
  11. Membersihkan tempat penyuntikan dengan mengusap kapas alkohol dari arah atas ke bawah menggunakan tangan yang tidak untuk menginjeksi
  12. Lakukan pembendungan di bagian atas area penyuntikan dan anjurkan klien mengepalkan tangan
  13. Siapkan spuit, lepaskan kap penutup secara tegak lurus sambil menunggu antiseptik kering dan keluarkan udara dari spuit
  14. Pegang spuit dengan salah satu tangan yang dominan antara ibu jari dan jari telunjuk dengan telapak tangan menghadap ke bawah
  15. Regangkan kulit dengan tangan non dominan untuk menahan vena, kemudian secara pelan tusukkan jarum dengan lubang menghadap ke atas  kedalam vena dengan posisi jarum sejajar dengan vena
  16. Pegang pangkal jarum dengan tangan non dominan sebagai fiksasi
  17. Lakukan aspirasi dengan cara menarik plunger, bila terhisap darah lepaskan tourniquet kepalan tangan klienkemudian dorong obat pelan - pelan kedalam vena
  18. Setelah obat masuk semua, segera cabut spuit, bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol
  19. Buang spuit tanpa harus menutup jarum dengan kapnya (guna mencegah cidera pada perawat) pada tempat pembuangan secara benar
  20. Melepaskan sarung tangan dan merapihkan pasien
  21. Membereskan alat - alat
  22. Mencuci tangan
  23. Catat pemberian obat yang telah dilaksanakan (dosis, waktu, cara) pada lembar obat atau catatan perawat.
  24. Evaluasi respon klien terhadap obat (15 s.d 30 menit)
C. HASIL
  1. Letak jarum tepat pada pembuluh vena
  2. Bekerja rapih dan teliti
  3. Memperhatikan prinsip aseptik dan antiseptik
D. RESPONSI
  1. Relevansi jawaban dengan pertanyaan
  2. Kemampuan berargumentasi




POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG 
JURUSAN KEPERAWATAN - BOGOR

BOGOR, 23 MEI 2012
10:50 WIB



1 komentar:

  1. saya ada pertanyaan nh ,, mohon pencerahanya ,, sy melakukan penginjekan ,, dan semua sdh sesuai prosedur, sebelum memasukan cairan di sedot sedikit darahnya kan , nah setelah itu memasukan cairan ,, tp tetap saja vena sedikit melembung dan dorongannya berat ,, akhirnya di cabut lagi jarumnya ,,, ini terjadi sampai 4 tusukan ,, tetep kasusnya sm ,, itu gmn ya ,, apakah kekentalan darah itu pengaruh ??? mohon di berikan jawaban yg masuk akal
    trmksh

    BalasHapus