Pages

Labels

Minggu, 14 Oktober 2012

ATEROSKLEROSIS


PENGERTIAN ATEROSKLEROSIS
Aterosklerosis (Atherosclerosis) merupakan istilah umum untuk beberapa penyakit, dimana dinding arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur.

Atherosclerosis_3.jpgPenyakit yang paling penting dan paling sering ditemukan adalah aterosklerosis, dimana bahan lemak terkumpul dibawah lapisan sebelah dalam dari dinding arteri. Lemak ini kemudian mengental, mengeras (membentuk deposit kalsium), dan akhirnya mempersempit saluran arteri sehingga mengurangi suplai oksigen maupun darah ke organ-organ tubuh. Timbunan lemak yang mengeras di dinding arteri ini disebut plak. Bila plak menutupi saluran arteri sepenuhnya, jaringan yang disuplai oleh arteri akan mati. Bila arteri jantung (arteri koroner) yang tersumbat, maka akan terkena angina, serangan jantung, gagal jantung kongestif, atau irama jantung abnormal.


ETIOLOGI
Aterosklerosis bermula ketika sel darah putih yang disebut monosit, pindah dari aliran darah ke dalam dinding arteri dan diubah menjadi sel-sel yang mengumpulkan bahan-bahan lemak. Pada saatnya, monosit yang terisi lemak ini akan terkumpul, menyebabkan bercak penebalan di lapisan dalam arteri.
Setiap daerah penebalan (yang disebut plak aterosklerotik atau ateroma) yang terisi dengan bahan lembut seperti keju, mengandung sejumlah bahan lemak, terutama kolesterol, sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat. Ateroma bisa tersebar di dalam arteri sedang dan arteri besar, tetapi biasanya mereka terbentuk di daerah percabangan, mungkin karena turbulensi di daerah ini menyebabkan cedera pada dinding arteri, sehingga disini lebih mudah terbentuk ateroma. 
 
Arteri yang terkena aterosklerosis akan kehilangan kelenturannya dan karena ateroma terus tumbuh, maka arteri akan menyempit. Lama-lama ateroma mengumpulkan endapan kalsium, sehingga menjadi rapuh dan bisa pecah. Darah bisa masuk ke dalam ateroma yang pecah, sehingga ateroma menjadi lebih besar dan lebih mempersempit arteri. Ateroma yang pecah juga bisa menumpahkan kandungan lemaknya dan memicu pembentukan bekuan darah (trombus). Selanjutnya bekuan ini akan mempersempit bahkan menyumbat arteri, atau bekuan akan terlepas dan mengalir bersama aliran darah dan menyebabkan sumbatan di tempat lain (emboli). 
 
atherosclerosis caused by diabetes Mellitus.jpg 



aterosklerosis2.jpg Resiko terjadinya aterosklerosis meningkat pada:
·         Tekanan darah tinggi
·         Kadar kolesterol tinggi
·         Perokok
·         Diabetes (kencing manis)
·         Kegemukan (obesitas)
·         Malas berolah raga
·         Usia lanjut.

Pria memiliki resiko lebih tinggi daripada wanita. Penderita penyakit keturunan homosistinuria memiliki ateroma yang meluas, terutama pada usia muda. Penyakit ini mengenai banyak arteri tetapi tidak selalu mengenai arteri koroner (arteri yang menuju ke jantung). Sebaliknya, pada penyakit keturunan hiperkolesterolemia familial, kadar kolesterol yang sangat tinggi menyebabkan terbentuknya ateroma yang lebih banyak di dalam arteri koroner dibandingkan arteri lainnya.
 

PATOFISIOLOGI
Aterosklerosis dimulai ketika kolesterol berlemak tertimbun di intima arteri besar. Timbunan ini, dinamakan ateroma atau plak akan menggangu absorbsi nutrient oleh sel-sel endotel yang menyusun lapisan dinding dalam pembuluh darah dan menyumbat aliran darah karena timbunan ini menonjol ke lumen pembuluh darah. Endotel pembuluh darah yang terkena akan mengalami nekrotik dan menjadi jaringan parut, selanjutnya lumen menjadi semakin sempit dan aliran darah terhambat. Pada lumen yang menyempit dan berdinding kasar, akan cenderung terjadi pembentukan bekuan darah, hal ini menjelaskan bagaimana terjadinya koagulasi intravaskuler, diikuti oleh penyakit tromboemboli, yang merupakan komplikasi tersering aterosklerosis. 
Berbagai teori mengenai bagaimana lesi aterosklerosis terjadi telah diajukan, tetapi tidak satupun yang terbukti secara meyakinkan. Mekanisme yang mungkin, adalah pembentukan thrombus pada permukaan plak; konsolidasi thrombus akibat efek fibrin; perdarahan kedalam plak; dan penimbunan lipid terus menerus. Bila fibrosa pembungkus plak pecah, maka debris lipid akan terhanyut dalam aliran darah dan menyumbat arteri dan kapiler disebelah distal plak yang pecah. 
Struktur anatomi arteri koroner membuatnya rentan terhadap mekanisme aterosklerosis. Arteri tersebut berpilin dan berkelok-kelok saat memasuki jantung, menimbulkan kondisi yang rentan untuk terbentuknya ateroma.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Sebelum terjadinya komplikasi, aterosklerosis mungkin tidak akan terdiagnosis. Sebelum terjadinya komplikasi, terdengarnya bruit (suara meniup) pada pemeriksaan dengan stetoskop bisa merupakan petunjuk dari aterosklerosis. Denyut nadi pada daerah yang terkena bisa berkurang.  Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis aterosklerosis:

  • ABI (ankle-brachial index), dilakukan pengukuran tekanan darah di pergelangan kaki dan lenga
  • Pemeriksaan Doppler di daerah yang terkena
  • Skening ultrasonik Duplex
  • CT scan di daerah yang terkena
  • Arteriografi resonansi magnetik 
  • Arteriografi di daerah yang terkena
  • IVUS (intravascular ultrasound). (http//:mediacore.com)

PENATALAKSANAAN
Bisa diberikan obat-obatan untuk menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah (contohnya Kolestiramin, kolestipol, asam nikotinat, gemfibrozil, probukol, lovastatin). Aspirin, ticlopidine dan clopidogrel atau anti-koagulan bisa diberikan untuk mengurangi resiko terbentuknya bekuan darah.

Angioplasti balon dilakukan untuk meratakan plak dan meningkatkan aliran darah yang melalui endapan lemak. Enarterektomi merupakan suatu pembedahan untuk mengangkat endapan. Pembedahan bypass merupakan prosedur yang sangat invasif, dimana arteri atau vena yang normal dari penderita digunakan untuk membuat jembatan guna menghindari arteri yang tersumbat.

KOMPLIKASI
Komplikasi yang terjadi pada aterosklerosis yaitu: 
  1. Penyakit jantung koroner 
  2. Kerusakan organ (seperti ginjal, otak, hati dan usus) 
  3.  Serangan jantung 
  4. Stroke 
  5. Terlalu sedikit darah di tungkai dan kaki 
  6. Serangan iskemik sesaat (transient ischemic attack, TIA) 
  7. Tromboemboli
 

1 komentar:

  1. Blog yang sangat bermanfaat, Sifilis memiliki nama lain raja singa. Penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit yang bersifat menular, dan juga kronis. Jika Anda bertanya tentang apa yang menyebabkan seseorang terserang penyakit raja singa ini, yaitu Treponema Pallidum. Sifilis dapat menyerang berbagai organ tubuh, contohnya otak, susunan saraf, dan juga organ jantung. Penyakit sifilis juga tak pandang bulu, penyakit ini menyerang baik pria maupun wanita, serta tak ada batasan umur, semua berpotensi terkena. Mari baca selengkapnya.

    Penyebaran penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Treponema Pallidum ini melalui IMS atau Infeksi Menular Seksual. Jadi hubungan seksual antara seseorang dengan orang yang lain yang terinfeksi sifilis – lah yang mengakibatkan penularan terjadi. Tetapi terdapat sebab lain sifilis bisa menular, selain dari hubungan intim dengan orang yang terinfeksi. Adapun cara penularan lain tersebut yaitu pajanan tubuh penderita, contohnya dari darah.

    Tetapi dari fakta di lapangan menunjukkan yang terbanyak tertular sifilis adalah melalui kontak langsung dengan penderita. Hubungan seksual baik berupa seks anal, vagina, dan oral kesemuanya memungkinkan penularan sifilis tersebut. Juga, jarum suntik pun bisa menjadi sarana penularan. Itulah sebabnya para pengguna narkoba yang memakai jarum suntik seringkali tertular sifilis, termasuk orang yang memiliki hobi menindik telinga dan tato.

    Andrologi | bagaimana mengatasi kulup panjang

    Apakah sunat sakit | Metode sunat modesn terkini

    hubungi Dokter | Chatting gratis

    BalasHapus