Pages

Labels

Sabtu, 13 Oktober 2012

Laporan Pendahuluan Fraktur


I.     KASUS                   : fraktur open femur sinistra, fraktur open tibia sinistra
  & dextra
Keluhan Utama       : klien mengeluh nyeri pada seluruh badan terutama
  kedua kaki dan cemas akan dioperasi
Masalah Utama      : Nyeri 

II. PROSES TERJADINYA MASALAH :
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang biasanya disertai dengan luka disekitar jaringan lunak, kerusakan otot, ruptur tendon, kerusakan pembuluh darah dan luka organ-organ tubuh (Lilian Sholtis Burner, 1988 ; 817).
Nyeri adalah suatu mekanisme proteksi bagi tubuh yang akan timbul bilamana jaringan rusak dan menyebabkan individu bereaksi untuk menghilangkan rangsangan nyeri (Arthur C Guyton, 1983)
Trauma yang terjadi pada tulang dapat menyebabkan farktur yang akan mengakibatkan jaringan lunak yang terdapat disekitar fraktur seperti pembuluh darah, saraf dan otot serta organ lainnya yang berdekatan dapat rusak. Dengan terjadinya trauma dapat merangsang pengeluaran mediator kimia (Substansi P, Bradikinin, Prostaglandin) yang akan merangsang neuroreseptor kemudian dialirkan kedorsal horn pada medulla spinalis ke traktus spinotalamikus lateral ke kortek cerebri dan akhirnya dipersepsikan nyeri
Penyebab fraktur terjadi karena tekanan yang menimpa tulang lebih besar dari pada daya tahan tulang atau karena tulang itu sendiri sakit (Osteoporosis, Tumor, Infeksi) tanda dan gejala fraktur adalah nyeri pada tempat dimana terjadi fraktur, pembengkakan disekitar fraktur, gangguan sensasi dan krepitasi. Adapun dampak dari fraktur dapat menimbulkan diantaranya gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri, gangguan pola tidur dan ansietas

Salah satu penatalaksanaan medis pada kasus # adalah melakukan debridement untuk fraktur terbuka, reposisi/reduksi dan imobilisasi baik fiksasi external maupun internal dan untuk melakukan fiksasi internal diperlukan tindakan operasi. Tindakan operasi pada umumnya meyebabkan kecemasan bagi setiap orang dan kecemasan tersebut dapat disebabkan karena kurangnya informasi tentang tindakan invasif yang akan dilakukan
Kecemasan adalah suatu perasaan yang tidak jelas tentang keprihatinan dan khawatir karena ancaman pada sistem nilai atau pola keamanan seseorang (May, 1987) individu mungkin dapat mengidentifikasi situasi (operasi, kanker) tetapi pada kenyataan ancaman terhadap diri berkaitan dengan khawatir dan keprihatinan yang terlibat didalam situasi (Carpenito, Lynda juall) 

III.      POHON MASALAH

































IV. MASALAH KEPERAWATAN
  1. Nyeri
DS  :
§  Klien mengatakan kedua kaki terasa sakit
§  Klien mengatakan nyeri bertambah bila bergerak
DO :
§  Ekspresi wajah tampak meringis
§  Klien tampak melindungi bagian yang sakit
§  Tampak bagian yang sakit terpasang pembalut & bidai
  1. Gangguan  mobilitas fisik
DS  :
§  Klien mengatakan kedua kakinya tidak bisa digerakan
DO :
§  Klien tampak kesulitan ketika disuruh menggerakan kedua kakinya
  1. Defisit perawatan diri
DS  :
§  Klien mengatakan sulit untuk melakukan perawatan mandiri karena kedua kakinya sulit dan sakit untuk digerakan
DO :
§  Tampak KDM klien dibantu oleh keluarga
§  Klien tampak sulit untuk menggerakan kedua kakinya
  1. Cemas
DS  :
§  Klien mengatakan cemas karena tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan kedua kakinya
§  Klien mengatakan tidak tahu tindakan apa yang akan dilakukan dokter terhadap kedua kakinya
DO :
§  Ekspresi wajah tampak tegang
§  Klien banyak bertanya tentang yang tindakan yang dilakukan
V.   DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.     Nyeri b.d terputusnya kontinuitas fragmen tulang
2.     Gangguan mobilitas fisik b.d fraktur
3.     Defisit perawatan diri b.d keterbatasan gerak
4.     Cemas b.d kurang informasi tentang program terapi

VI. Rencana asuhan keperawatan

Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Kriteria evaluasi
Intervensi

Rasional

Nyeri akut b.d terputusnya kontuinitas fragmen tulang
Tupan : Nyeri hilang

Tupen : Penyebab nyeri teratasi

Setelah dilakukan intervensi 3 X 24 jam nyeri berkurang sampai dengan hilang ditandai dengan :
- Klien mengatakan nyeri berkurang atau hilang
- Expresi wajah rilex
- TTV normal
- Kaji tingkat nyeri, lokasi, intensitas dan type nyeri
- Pertahankan immobili sasi bagian yang sakit
- Atur posisi tidur yang tepat / senyaman mungkin
- Ajarkan tehnik relaksasi




-       Ajarkan tehnik distraksi




-       Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik
- Memudahkan menentukan intervensi
- Menghilangkan nyeri dan mencegah kesalahan posisi
- Mencegah penekanan pada bagian yang sakit
- Tehnik relaksasi menurunkan konsumsi oksigen, frekuensi pernapasan, jantung dan ketegangan ot ot, yang akan menghentikan siklus nyeri
- Distraksi merangsang thalamus, otak tengah dan batang otak yang meningkatkan produksi endorfin yang mengubah transmisi nyeri
- Analgetik menurunkan atau mengontrol nyeri dan menurunkan rangsang sistim syaraf simpatis


VII.     Daftar pustaka
M.E Doengoes, Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta, 2000
Lynda Jual Carpenito, Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan, edisi 2 EGC, Jakarta, 2000 ( P.625 )
Muhtar, AMK. Hand out keperawatan Medikal bedah IV, RS PMI & RSPG Cisarua
Guytan & Hall,  Fisiologi Kedokteran , edisi 9, 1997

0 komentar:

Poskan Komentar